Tuesday, February 23, 2010
Wejangan Mario Teguh hanya untuk orang yang ingin menjadi baik
# Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami, dan membangun keluarga yang baik.
# Jodoh itu di tangan Tuhan. Akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.
# Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.
# Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik, atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan selain kebaikan. (detik.com)
Tulisan yang dimerahi itulah yang dikutip dan dipakai untuk berpolemik. Entah disebut bias gender lah, wanita sebagai objeklah, patrialislah, dan lainnya yang mirip-mirip itu.
Tapi bila kita bertanya pada hati kita: gundah gak sih bila kita menjadi orang tua dari seorang putri yang senang clubbing, chitchat snob, dugem sampai pagi, gunta-ganti pria ke pesta gak jelas, mabuk atau merokok ?
Yang jelas saya dan isteri saya pasti akan memberikan nasehat, “Nak jadilah wanita yang baik, sehingga pantas mendapatkan jodoh seorang pria yang baik sebagai pasangan”. Ingat kan nasihat orang tua dahulu dalam hal jodoh “bobot-bibit-bebet” !
Jangan lupa saat kita mencari jodoh pun secara tidak sadar kita menerapkan bibit-bobot-bebet.
Jika ternyata ada pria yang mejadikan wanita seperti itu sebagai istrinya, kemungkinannya adalah pria tersebut kurang lebih sealiran dengan wanita itu, atau wanita itu adalah wanita yang tidak direncanakan, tetapi karena suatu “kecelakaan” akhirnya menjadi istrinya. -antz-
Monday, August 31, 2009
Tanah subur, kenapa impor ya ?
Membaca berita di Kompas akhir-akhir ini tentang berbagai impor bahan pangan, saya jadi teringat lagu Koes Plus tahun 70-an yang liriknya seperti ini :
Bukan lautan hanya kolam susu, kail dan jala cukup menghidupimu
Tiada badai tiada topan kau temui, ikan dan udang menghampirimu
Orang bilang tanah kita tanah surga
Tongkat kayu dan batu jadi tanaman.
Ya, tanah air kita-Indonesia memang subur dari dulu sampai sekarang, sehingga membuat ngiler para penjajah untuk membuat koloni di tanah air kita. Bayangkan tongkat dan batu jadi tanaman, ikan dan udang menghampirimu. Kail dan jala bisa menghidupimu !
Tapi itu duluuuuu. Seiring dengan waktu, walaupun tanah kita tetap subur, tapi kalo tidak digarap dengan baik ya akhirnya kita harus impor kedele, beras, gula, jagung, daging, bahkan air minum.
Ironis sekali ya.
Lautan, danau dan sungai sudah dikaplingi, ditumbuhi rumah-rumah ilegal, jadi tempat pembuangan sampah akhir dan kalau perlu dijadikan daratan. Jadi boro-boro menghampiri, ikan dan udang malah mati gak bisa hidup. Kalau sudah begitu apakah kail dan jala masih bisa menghidupimu ?
Tanah nganggur pasti dilirik untuk dijadikan area bisnis (toko atau mall gitu loh), minimal diaspal atau diplester semen. Kayu dan batu bukan jadi tanaman, tapi jadi bangunan la yaw.
Kalau masih nekat jadi petani atau nelayan, siap-siap saja hidup kere dan miskin terjerat tengkulak, hutang, mafia, pungli dan biaya hidup yang untuk hidup sederhana saja susah. Gimana mau produksi hasil pertanian berkualitas tinggi dengan harga murah ? Kalau jalur distribusi dalam negeri begitu mahal, harga pupuk dan mesin pertanian mahal dan hari panen adalah hari anjlognya harga.
Dalam acara Mario Teguh Golden Way, dikatakan bahwa bukan besar kecilnya batu yang bisa melukai, tapi kecepatan dan ketepanan lemparannya. Dengan kata lain orang yang melakukannyalah yang menentukan bukan batunya.
Begitu juga dengan tanah air kita-Indonesia, bukan subur atau tidak tanahnya, tapi penduduknyalah yang menentukan gemah ripah loh jinawi atau tidaknya. -antz-Tuesday, August 18, 2009
Kaget tiket PNS seharga seratus juta rupiah
Hari jumat 14/8 yang lalu saya baca artikel di Kompas berjudul "PNS" oleh Jaya Suprana. Diceritakan bahwa beliau terkejut atas masih adanya adat istiadat pungli atau uang pelumas untuk menjadi PNS (pegawai negeri sipil alias pegawai pemerintah). Apalagi disebutkan angkanya seratus juta rupiah.
Saya sebagai PNS juga terkejut.
Kenapa ?
pertama, yang menceritakan kejadian masuk PNS dengan uang pelicin itu adalah Jaya Suprana, seorang tokoh yang tentunya tidak akan bercerita ngarang. artinya kejadian itu ada.
kedua, seratus juta rupiah untuk menjadi PNS sangat tidak masuk akal. setidaknya buat saya. karena sebagai PNS tok (maksudnya gak punya bisnis sampingan dan tidak tugas keluar negeri) untuk mendapatkan uang seratus juta rupiah itu membutuhkan waktu bertahun-tahun menabung dengan kesehariannya menganut asas hemat.
saya tidak mengada-ngada, lihat aja tabel gaji terakhir terbitan tahun 2009. untuk seorang PNS dengan jabatan fungsional tertentu dengan golongan IV-e masa kerja 32 tahun (ini udah paling top) digaji pokok rp. 3.400.000,- katakanlah total penghasilan sekitar 8 jutaan rupiah per bulan. nah gimana yang golongannya lebih rendah dan tahun pengabdiannya lebih sedikit. pastinya penghasilannya lebih kecil kan.
kawan saya bilang, eit jangan boong! jangan sok suci lu ya! banyak tuh PNS yang bisa punya rumah mewah, mobil keren, tanah bejibun, kebon berhektar, bisa sekolahin anak di luar negeri hanya dengan bea siswa ortunya yang PNS.
hhmmmm... saya juga gak begitu tau nih. mangkanya saya kaget baca artikelnya pak Jaya yang bilang ada seseorang yang rela keluar seratus juta rupiah untuk jadi PNS. karena saya sendiri gak pernah tuh dipalakin uang saat masuk PNS. dan di departemen saya juga kayaknya gak bisa tuh pake pelicin, karena pake e-proc.
menurut pengalaman saya, PNS yang bisa seperti itu tentunya cuman sedikit dari total jumlah PNS yang mayoritas hidup pas pasan. Kalo anak si bapak yang nyogok seratus juta rupiah itu sudah jadi PNS apakah bisa dijamin dia menjadi segelintir PNS yang bisa menghasilkan 100 juta rupiah per bulan ?
Kalo saya sih mendingan dipake bisnis aja.-antz-Thursday, April 10, 2008
Hidup bersama tikus
Mungkin tikus-tikusnya bersih, jadi layak buat binatang piaraan. -antz-
Wednesday, April 09, 2008
Ketika agama dan moral hanya menjadi iklan
Baru-baru ini di koran-koran ada penangkapan salah satu anggota
Mundur ke masa lalu, seorang anggota
Bila mencermati gosip jalanan (niru Slank), atau iseng-iseng ngobrol dengan para pedagang di warung deket tempat kos-kosan “wanita simpanan”, ternyata cukup mengagetkan juga ulah orang-orang yang (harusnya) terhormat itu.
Tapi itu hanyalah tindakan segelintir oknum yang merusak seluruh corp. Tidak hanya di
Hanya yang mengharukan dan tentu menjengkelkan adalah mulut mereka berbusa-busa menyuarakan moral kemana-mana berdandan seperti orang soleh, apalagi kalo saat kampanye….. walah dalah........ santri pisan ! Bahkan ada yang mensyaratkan anggotanya memiliki tindakan/kemampuan yang biasanya dimiliki oleh orang soleh beneran ! Tapi ternyata sebagian dari mereka hanya menggunakan agama dan moral hanya sebagai iklan !
Bila tidak sok nyantri, tidak sok orang paling bermoral, tidak sok orang paling soleh...... banyak orang yang gak terlalu pusing dengan kekhilafan manusia. Namanya juga manusia...... walau selalu berusaha menjadi orang baik (bukan menjadi orang sok baik), kalo khilaf mah biasa, yang penting kan tobat sebelum mati........ ya gak ? (emang tau kapan matinye?) -antz-
Saturday, December 15, 2007
Laboratorium Jeruk di Acereali, Sisilia
Saya berkesempatan mengunjungi laboratorium pusat penelitian jeruk di
Pusat penelitian itu memiliki lahan untuk percobaan dan pengembangan jeruk seluas 25 hektar. Disana diteliti dan dikembangkan berbagai jenis jeruk dari jeruk untuk dimakan karena manis, dibuat hiasan karena indah atau unik, dibuat parfum karena aromanya yang kuat, atau untuk dipakai sebagai pewarna makanan.
Tuesday, October 09, 2007
Jangan pergi ke Malaysia
Himbauan untuk seluruh Warga Negara Indonesia :
JANGAN PERGI KE MALAYSIA.
DISANA KESELAMATAN ANDA TIDAK TERJAMIN.
MASYARAKAT DAN APARAT NEGARA MALAYSIA TELAH MENJADI SANGAT BRUTAL DAN BUAS BILA MELIHAT WARGA NEGARA INDONESIA
Monday, September 03, 2007
Kembali bekerja kembali macet
Hari ini keadaan
Bulan Juli dan Agustus merupakan bulan liburan bagi orang-orang di Roma atau Italia secara umum. Bulan itu juga merupakan bulan diskon di setiap toko dari tanggal 14 Juli sampai 14 Agustus. Baik diskon beneran ataupun diskon boongan. Kadang ada toko yang nakal dengan menaikkan harga dulu kemudian dicoret dan harga diskonnya sama saja dengan harga sebelumnya. Tapi hanya di beberapa toko saja.
Pada bulan itu suasana jalan raya yang biasanya macet menjadi sedikit longgar. Malahan dari tanggal 15 Agustus sampai 1 September jalanan menjadi lebih sepi lagi. Hampir semua kantor libur karena karyawannya sebagian bersar cuti.
Bila kita mengadakan kegiatan pada bulan itu, hampir dipastikan pengunjungnya sedikit. Atau mencari bahan-bahan penunjang kegiatannya sudah sulit. Sehingga semua kegiatan yang jatuh pada bulan Juli dan Agustus pasti digeser menjadi bulan sebelumnya atau sesudahnya.
Iseng-iseng saya tanya ke beberapa orang Italia, kenapa sih mereka hampir serentak cuti di bulan itu. Menurut orang-orang itu pada bulan-bulan ini cuaca sangat panas, sehingga fisik dan pikiran tidak dapat secara penuh berkonsentrasi. Nah daripada bekerja setengah-setengah, maka mereka memilih cuti saja agar tidak mengganggu pekerjaan dan dirinya sendiri. …… ooo gitu toh ……
Tuesday, July 17, 2007
Aman itu indah
Mobil-mobil itu dapat dengan tenang dikendarai dalam keadaan open cap, juga ada mobil yang terparkir dalam keadaan open cap ! Waw ……
Itu hanya dapat dilakukan bila
Yang pasti itu bukan di kota-kota di Indonesia atupun di Italia. Sungguh luar biasa pemerintah negara itu, sehingga bisa membuat warganya disiplin dan taat peraturan. Hasilnya, lingkungan yang aman, segar dan nyaman, indah bukan ???


