Tuesday, February 23, 2010

Wejangan Mario Teguh hanya untuk orang yang ingin menjadi baik

Inilah wejangan bapak Mario Teguh di Twitter yang menyulut pro kontra utamanya dari para “pejuang gender” (apa ya arti pejuang gender itu):

# Pada akhirnya kita harus memilih wanita yang baik untuk istri, pria yang baik untuk suami, dan membangun keluarga yang baik.

# Jodoh itu di tangan Tuhan. Akan lebih baik jika kita periksa apakah kita mempersulit orang yang ingin memperjodoh kita.

# Wanita yang pantas untuk teman pesta, clubbing, begadang sampai pagi, chitcat yang snob, merokok dan kadang mabuk, tidak mungkin direncanakan jadi istri.

# Hidup berbahagialah dengan istri anda yang baik, atau suami anda yang anggun. Tidak ada kebahagiaan selain kebaikan. (detik.com)

Tulisan yang dimerahi itulah yang dikutip dan dipakai untuk berpolemik. Entah disebut bias gender lah, wanita sebagai objeklah, patrialislah, dan lainnya yang mirip-mirip itu.

Tapi bila kita bertanya pada hati kita: gundah gak sih bila kita menjadi orang tua dari seorang putri yang senang clubbing, chitchat snob, dugem sampai pagi, gunta-ganti pria ke pesta gak jelas, mabuk atau merokok ?

Yang jelas saya dan isteri saya pasti akan memberikan nasehat, “Nak jadilah wanita yang baik, sehingga pantas mendapatkan jodoh seorang pria yang baik sebagai pasangan”. Ingat kan nasihat orang tua dahulu dalam hal jodoh “bobot-bibit-bebet” !

Jangan lupa saat kita mencari jodoh pun secara tidak sadar kita menerapkan bibit-bobot-bebet.

Jika ternyata ada pria yang mejadikan wanita seperti itu sebagai istrinya, kemungkinannya adalah pria tersebut kurang lebih sealiran dengan wanita itu, atau wanita itu adalah wanita yang tidak direncanakan, tetapi karena suatu “kecelakaan” akhirnya menjadi istrinya. -antz-

1 comment:

abu4faqih said...

Yang sudah diniatkan saja belum tentu tidak dapat wanita yang berpotensi kecelakaan, apalagi memilih wanita yang demikian ...
Meskipun ada juga yang meniatkan untuk meluruskan si wanita, tapi sepertinya tidak banyak yang bisa dijadikan contoh :(