Thursday, June 22, 2006

Bekerja secara Profesional

Sering sekali kita mengucapkan dan mendengar kata profesional. Menurut Wikipedia kata profesional berarti kegiatan jasa yang ditukar dengan sejumlah uang, dimana jasa yang diberikan tersebut terikat dengan etik, prosedur, standar dan ilmu pengetahuan tertentu yang disertifikasi. Dalam artian yang diperluas profesional berarti seseorang yang ahli dalam suatu bidang tertentu.

Dalam dunia olah raga, profesional berarti atlet yang berkiprah untuk sejumlah uang sebagai imbalan. Lawan dari itu adalah amatir, yaitu atlet yang berkiprah bukan untuk uang tetapi untuk almamater atau lainnya.

Kemarin dalam Rapat Staf, Pimpinan kami memberi cambuk selama 3 jam tentang apa yang harus dilakukan oleh para Diplomat Profesional, sebab menurut Beliau kinerja staf selama ini kurang profesional, dalam arti terlalu banyak tugas pokok yang diabaikan.

Tugas pokok diplomat di luar negeri diantaranya adalah membangun citra Indonesia, memajukan Indonesia dengan cara menarik investor dan wisatawan, meningkatkan ekspor, membangun pasar serta mengekpos (mengekspor) kebudayaan Indonesia. Sehingga diplomat tidak diharapkan menjadi wisatawan Indonesia yang dibayar negara di luar negeri.

Beliau tidak menghendaki beberapa staf pontang panting mengikuti irama kerja pimpinan sedangkan beberapa staf lainnya hanya duduk santai karena tidak bisa / tidak mau mengikuti irama pimpinan. Beliau mengharapkan semua staf disiplin pada tugas pokok.

Disiplin pada tugas pokok akan membuat kita mahir dalam mengelola waktu, program kerja, jadwal kegiatan dan mengelola staf bawahan. Sehingga pimpinan tidak perlu terlalu jauh ikut mencampuri hal-hal yang sangat teknis. Hal-hal teknis seharusnya telah dikuasai dan merupakan inisiatif staf pelaksana.

Di koran Jawa Pos saya membaca tentang kinerja profesioanl yang lain yang dipertunjukkan oleh seorang gadis muda. Hal yang perlu dicontoh bagaimana prinsip bekerja secara profesional diterapkan.

Kemampuan Agnes Monica dalam menyanyi dan menari sudah tidak terbantahkan lagi. Tapi, apa jadinya jika Agnes memainkan adegan action, berkelahi, sampai bergelantungan di atas tali. Inilah yang bakal disuguhkan Agnes kepada penggemarnya melalui klip video barunya, Tak Ada Logika.

Konsekuensinya, Agnes harus lebih keras lagi berlatih. Setiap hari diisi dengan kegiatan fitness, jogging, dan latihan menari. Agnes juga melakukan diet ketat untuk penampilannya kali ini. "Aku hanya makan protein, tidak ada karbohidrat sama sekali. Kalau lagi capek banget baru makan roti gandum satu slice," tambahnya. Meski mengaku kangen makan nasi, tapi Agnes berusaha profesional demi kelancaran klip video dan kesehatannya di masa depan. Dia berharap video yang didanainya sendiri itu dapat sesuai dengan impian. "Puasnya beda kalau memang sesuai dengan idealisme kita," tegas Agnes. ***antz***

No comments: