Saturday, December 15, 2007

Laboratorium Jeruk di Acereali, Sisilia

Saya berkesempatan mengunjungi laboratorium pusat penelitian jeruk di kota Acereali sekitar 30 km dari kota Catania, yaitu sebuah kota kecil di pulau Sicilia di Italia bagian Selatan.

Pusat penelitian itu memiliki lahan untuk percobaan dan pengembangan jeruk seluas 25 hektar. Disana diteliti dan dikembangkan berbagai jenis jeruk dari jeruk untuk dimakan karena manis, dibuat hiasan karena indah atau unik, dibuat parfum karena aromanya yang kuat, atau untuk dipakai sebagai pewarna makanan.


Jeruk Tangan Budda.
Jeruk jenis Citrus ini tidak bisa dimakan, dikembangkan hanya sebagai hiasan saja. Karena bentuknya seperti jari jemari, maka dinamai Tangan Buda.


Jeruk Satsuma
Ditilik dari namanya jeruk ini berasal dari Jepang. Yang disebelah kanan kulit jeruknya masih kencang, kondisi yang pas untuk dipanen. Rasanya manis, namun masih berbiji. Yang sebelah kiri sudah mulai keriput (disebut monstruma = menjadi monster) kondisi terlambat dipanen.


Bargamotto Fantastico
Jeruk ini tidak bisa dimakan karena rasanya sangat asem. Namun karena aroma jeruknya sangat kuat, jeruk ini dikembangkan untuk parfum.


Jeruk Novelana
Jeruk jenis orange ini rasanya sangat manis, setiap jeruknya mempunyai tanda bolong dibagian bawahnya.


Tarocco Rosso
Jeruk jenis orange ini warnanya merah, sehingga disebut Tarocco Roso (roso = merah). Warna merah ini hanya terjadi bila lingkungan tempat tumbuhnya adalah iklim dingin dan kering, biasanya dipanen akhir bulan Nopember. Bila ditanam di daerah tropis warna merahnya tidak akan keluar namun rasanya tetap manis.


Jeruk Citrus dengan buah yg besar-besar


Jeruk 89
Jeruk ini merupakan hasil perkawinan silang antara jeruk mandarini dengan jeruk merah. Jeruk ini dikembangkan bukan untuk dimakan, tetapi untuk pewarna makanan. Warna merahnya seperti darah.-antz-

No comments: